Kenapa Kita Harus Menulis?

Bismillaah..
Assalamu'alaikum. Haaeeee readers. Salam kenal yaaa. saya adalah penduduk baru dalam dunia blogger. Kritik saran saya harapkan dari readers semua. :D
Sebelumnya saya telah memposting ini di akun pesbuk. Ini yang menjadi beberapa alasan saya ingin menulis dan tetap terus menulis. letttttt's cek i dot.
Semoga Bermanfaat.

KENAPA KITA HARUS MENULIS?

            Menulis adalah pekerjaan yang tidak mudah juga tidak sulit. Lho, kok bisa? Ya, bisa. Hehe. Menulis menjadi tidak mudah jika menulis itu tidak sering dilakukan atau dirutinkan. Karena orang yang tidak terbiasa menulis akan merasa kehilangan kata-kata dengan sendirinya dan menulis menjadi mudah karena kita tidak perlu memenuhi berbagai persyaratan untuk memulainya. Siapapun berhak untuk menulis. So, ayo kita mulai menulis.

            Menulis adalah pekerjaan untuk sebuah keabadian. Mungkin kalimat ini sudah tidak asing lagi di telinga pembaca. Betul sekali. Kalimat ini pasti sudah sering dilontarkan oleh motivator penulis. Teman-teman tahu Khalil Gibran? Tahu Taufik Ismail? Atau tahu dengan Chairil Anwar? Mereka semua hingga saat ini tetap dikenal walaupun jasadnya tidak pernah kita jumpai. Namanya terus disebut-sebut walau wajahnya tidak pernah kita lihat lagi. Jasad boleh hilang ditelan bumi tetapi biarkan nama dikenang sepanjang masa melalui karya-karya yang kita tinggalkan.

Bukan hanya untuk dikenang saja, dengan menulis kita bisa menebarkan berbagai kebaikan dan kebermanfaatan. Siapa yang tahu kalau tulisan kita memberikan energi positif untuk orang lain? Bisa jadi tulisan kita membuat seseorang yang tadinya bersedih tiba-tiba jadi lebih bersemangat. Yang tadinya sedang ‘huhu’ bersedih menjadi ‘hehe’ tersenyum saat membaca tulisan kita. Seperti waktu itu, saya asal-asalan saja menulis tentang motivasi yang tiba-tiba muncul dalam diri saya kemudian diposting di media sosial. Tiba-tiba teman saya mengirim pesan. “Terimakasih, ya. Tulisanmu memberi pencerahan. Membuat semangatku bangkit.” Lha, memangnya tulisan saya lampu apa? Hehe. Akhirnya dengan tidak sengaja tulisan kecil saya pun membantu orang lain. Hal yang kecil menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi orang. Begitulah, kita jangan meremahkan hal-hal yang kecil.

Mengenai tulisan yang bermanfaat ini saya teringat dengan salah satu tokoh Islam dalam bidang fiqih yaitu Imam Syafi’i. Seperti yang kita ketahui beliau adalah ahli fiqih. Karya terbesarnya yaitu ar-Risalah kemudian menjadi al-Umm telah ditulis sejak berabad-abad lalu. Tapi hingga sekarang karya beliau dikenang dan juga dijadikan acuan dalam bidang fiqih. Begitu luar biasa manfaatnya. Saya membayangkan  bagaimana jika Imam Syafi’i tidak mewariskan ilmunya melalui tulisannya.

Jadi, mengapa kita harus menulis? Karena kita hidup tidak abadi, maka perlu untuk meninggalkan sesuatu yang berguna bagi generasi selanjutnya. Mengapa kita harus menulis? Sebab dengan menulis kita sedang belajar. Dengan menulis kita mengikat sebuah ilmu. Dengan menulis kita bisa berabagi. Dengan menulis kita dapat membuat orang membaca. Sejalan dengan perintah agama, ‘bacalah’, jika tidak ada tulisan apa yang akan dibaca? Dan dengan menulis kita  dapat menebarkan hal-hal positif bagi lingkungan kita. Karena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat. Khoirunnas ‘anfa uhum linnas. So, tunggu apalagi? Ayo menulis. -Linda W Adam-

Komentar

  1. Semangat menulis. Ditunggu tulisan-tulisan selanjutnya.

    BalasHapus
  2. Hal kecil yang dibiasakan dan dirutinkan akan mendulang hal yang lebih besar nantinya, untuk kita atau orang lain. Teruslah menulis Nda dan doakan aku untuk bisa segera memulainya. 🙂

    BalasHapus

Posting Komentar