Dari Kehilangan, Lahirlah Sebuah Arti


Mentari sudah beranjak dari peristirahatannya. Ia bertengger di kaki cakrawala dengan warna oranye menyala. Teriknya menembus jendela, membangunkan tidur nyenyakku.
"Kenapa sudah pagi lagi?" perasaan kecamuk memenuhi ruang hati. Ya, setiap pagi yang indah bukanlah menjadi harapanku. Aku hanya ingin tidur sepanjang hari dengan waktu yang lebih lama lagi.
Melihat dunia bukan lagi sepeti warna-warni pelangi yang melukis indah di langit. Aku melihat dunia sebagai seperti warna putih saja atau hitam saja. Benar-benar datar. Tidak ada lagi hari-hari yang disambut dengan mata yang berbinar.  Tidak ada lagi hari-hari penuh ambisi. Tidak ada lagi tawa-tawa lepas atau air mata yang menghiasi hari-hari. Yang ada hanyalah hari dengan warna sama, datar dan tak ada lagi perasaan lain selain kosong dan hampa.
Perasaan kosong?
Ah, benarkah ?
Apalagi yang bisa menggambarkan itu semua kalau bukan perasaan kosong ?
Perasaan kosong yang diakibatkan hilangnya semangat dalam menjalani kehidupan ini. Bukan karena tidak ada lagi tujuan, bukan karena tidak lagi memiliki harapan. Tepatnya, karena hilang gambar-gambar dalam potret kehidupan.


Hamdalah.
Saat ini, dunia telah berwarna kembali. Ibarat langit, awan mendung telah pergi berganti dengan hiasan pelangi. Pagi kembali menjadi cerah. Kehidupan kembali berseri. Akhirnya, setelah semuanya pulih, ada sesuatu yang kutemukan.
"Semangat adalah anugerah besar dari Tuhan yang dititipkan pada manusia. Maka, sudah sepatutnya syukur terus dilisankan kepada Tuhan yang Mahakuasa."
Ya, kalimat itu yang kutemukan dalam benak pikiran. Selama ini mungkin aku tidak menyadari hal kecil seperti itu yang sangat berarti dalam kehidupan. Karena, ia merupakan "nyawa" untuk menjalani kehidupan ini. Sesederhana itu anugerah Tuhan yang sangat berdampak untuk kehidupanmu. Bagaimana jadinya hidup tanpa adanya semangat ?
Tidak ada yang menyakitkan dalam hidup kecuali hilangnya semangat untuk menjalani kehidupan. Hilangnya harapan dan warna dalam kehidupan ini. 

Komentar

  1. Good... ditungu tulisan selanjutnya...wkwkkwk

    BalasHapus
  2. Aaa. Semangat.
    Semangat untuk tulisan berikutnya Nda.😁

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  4. Balasan
    1. Makasih, Mas Roni. Akhirnya aku nyoba lagi nulis di sini. wkwkw

      Hapus
    2. oke di tunggu tulisan tulisan selanjutnya....

      Hapus
  5. Luar biasa ka linda. Saya tunggu tulisan selanjutnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwkwkw makasih banyak, Jef. Siap jadi pembaca setia blog ini to? haha

      Hapus

Posting Komentar