Saat Merasa... Insecure

Saat aku merasa sebagai anak belum berguna untuk kedua orang tua,

aku tahu itu adalah bagian dari kekhawatiran diriku atas banyak kegagalan yang telah kutemui.


Saat aku merasa tidak memiliki nasab sebaik orang lain,

aku tahu itu adalah perasaan kekecewaanku atas standar yang kutetapkan sendiri.


Saat aku merasa tidak seberuntung orang lain perihal materi, 

aku tahu itu adalah perasaan kurangku terhadap rasa syukurku.

Gambar dari Pinterest 

Saat aku merasa tidak secantik atas standar orang banyak orang,

aku tahu, itu hanyalah penglihatanku terhadap covernya orang lain yang dipasangkan kepada diriku.


Saat aku merasa orang lain lebih segalanya, begitu suksesnya mereka, sedangkan aku tidak ada apa-apanya,

aku tahu, penglihatanku yang belum utuh kepada orang tersebut. Sehingga yang tampak dihadapanku hanyalah sesuatu yang indah dan menyenangkan.


Sekarang,

Semua perasaan itu akan kukemas dan kusimpan pada tempatnya.

Tuhan telah membuat garis takdir yang sama baiknya dengan orang lain.

Tuhan telah menciptakanmu artinya sama memiliki peran penting di dunia ini.

Dan kalau kamu merasa menjadi manusia tidak ada pentingnya untuk dunia ini, ingat satu hal :

"Kamu mungkin tidak menjadi orang penting bagi banyak orang, tapi kamu sudah menjadi semesta bagi orang tuamu sendiri atau bagi orang lain yang hadir di hidupmu. Jadilah semesta yang nyaman, indah dan membahagiakan."


--

Ditulis pada tanggal 1 Sept '20. Untuk diriku kala muncul rasa insecure.


Komentar

  1. Tetap semangat Mbak Linda. Terkadang seseorang perlu untuk mengajak bicara diri sendiri, berterima kasih kepada diri yang sudah begitu setia melalui berbagai lika-liku dalam hidup, berterima kasih kepada diri sendiri karena sudah melangkah sampai di titik ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Heheheh setuju, Mas. Bisa jadi healing juga ya dengan mengajak bicara diri sendiri.

      Hapus
  2. Bagus kak tulisannya. Ditunggu selalu tulisan lainnya.

    BalasHapus

Posting Komentar