Sekian Saja
Sudah hampir setengah tahun, menjalani aktivitas yang menurut saya hanya begitu-begitu saja. Kalau banyak orang bertanya, "kenapa cuma gitu-gitu aja ? kenapa ga melakukan perubahan diri sendiri?" Rasa-rasanya sulit untuk dijelaskan.
Hanya saja, lambat atau cepat langkah ini. Sedikit atau banyak pesan-pesan hidup yang diterima tetaplah sesuati hal yang harus disyukuri.
Saya ingat, mengawali tahun ini dengan penuh semangat. Yakin sekali akan menemukan sesuatu yang baru. Akan ada perubahan baru dalam hidup ini yang lebih baik. Daan, yaps. Benar saja. Datanglah sebuah wabah yang tidak terduga akan semenggemparkan Indonesiaku ini. Hingga hari ini entah sudah bagaimana kabar duka yang hilang timbul di berbagai media.
Entah bagaimana lagi harus adaptasi dengan sesuatu yang baru dan mengejutkan ini. Sudah hampir penghujung 2020. Rasa-rasanya banyak hal yang akhirnya berdiam tempat sebab saya yang tidak tahu menahu merasa belum sanggup untuk melanjutkannya.
Dari bulan April hingga Oktober ini entah apa saja yang telah saya lakukan untuk mengisi setiap waktunya. Beragam kejadian dan perasaan yang datang secara bergantian. Tapi, bagaimanapun itu bukankah saya selalu memiliki alasan untuk mensyukuri semua yang telah ada dan hadir dalam hidup ini ?
Hingga saat menulis ini, perasaan saya begitu campur aduk. Entah bahagia, sedih, kesal, atau nama-nama emosi lainnya yang tidak bisa saya sebutkan. Saya berulangkali merasakan kesulitan terhadap diri sendiri. Tapi, tentunya saya bukan orang satu-satunya merasakan ini semua.
Masih ada banyak pula orang merasakan hal yang sama atau bahkan lebih kompleks. Hingga dibuat tak memahami lagi apa perasaannya saking campur aduknya.
Tapi, ya dengan begitulah kehidupan mungkin jadi lebih berwarna.
Saya tidak tahu sebenarnya tulisan ini membahas apa dan arah tujuannya kemana. Hanya ingin menuliskan saja secara spontan dalam kolom postingan di blog ini.
Pesan untuk diri saya barangkali juga berlaku untuk yang membaca ini, "dengarkan lebih khidmat apa yang dirimu sebenarnya katakan. Rasakan setiap apa saja yang hadir menyergap dalam hatimu. Jujurlah dengan perasaan itu."
Dan siapapun kamu yang merasa sendiri dalam melewati kesulitan ini, saya yakin kamu tak benar-benar sendiri. Bisa jadi, banyak doa yang sebenarnya berkelindan menyebut namamu. Tapi kita tidak pernah tahu akan hal itu.
Saya tidak tahu tulisan ini membahas apa, sekian saja-
Komentar
Posting Komentar