Tentang Teman
Saat menulis ini, usia saya tepat di angka 23 tahun. Jika tidak diingat-ingat, maka saya akan lupa kalau usia saya ternyata sudah menginjak kepala dua. Bersyukur karena Allah masih memberi kesempatan untuk menjalani kehidupan di dunia ini. Tapi, siapa sangka jika di usia ini juga ada banyak hal yang berubah (?)
Karena, sebenarnya kita memang tidak pernah bisa menyangka atau menduga akan bagaimana kita di masa depan. Akan seperti apa kehidupan yang kita jalani. Bersama siapa, dimana, tidak pernah ada yang tahu. Hanya bisa merencanakan.
Ada banyak hal yang saya syukuri di usia ini. Beberapa kejadian yang membuat saya sadar akan hikmah atas kejadian-kejadian berat yang harus dilalui. Walaupun belum semua, tapi satu persatu mulai bisa dipahami. Disamping itu, ada hal lain yang membuat saya sedih bahkan hingga hari ini , yakni persoalan teman.
Rasanya, satu persatu teman saya mulai sibuk dengan dunianya masing-masing. Saya mulai 'kehilangan' mereka secara perlahan. Yang awalnya terasa begitu dekat, sekarang seperti banyak sekat. Mungkin memang sudah fasenya seperti itu. Tidak akan pernah sama seperti dulu. Karena ada banyak faktor yang membuat banyak hal berubah. Proses mereka selama ini pasti tidak sama, sama seperti halnya kita.
Tapi, tidak bisa dipungkiri. Kadang, perasaan rindu datang begitu saja.
Ada satu kalimat yang saya ingat dari sahabat saya, "hubungan itu perlu di jalin. Begitu juga dengan teman. Harus di jalin dengan baik. Sudah punya dunianya masing-masing bukan berarti saling melupakan."
Mungkin benar tentang pepatah, 'tiap waktu memiliki orang dan tiap orang memiliki waktunya'.
Life must go on.
Nulis ini sebagai ajang refleksi. Saat kita bersama seseorang, siapapun itu maka nikmati dengan sebaik mungkin.
Komentar
Posting Komentar